Dorong Perubahan Muncul, DPRD Soroti Kepemimpinan KONI Sidoarjo
KOTA, SIDOARJONEWS.id – Dinamika internal KONI Kabupaten Sidoarjo mulai menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah cabang olahraga menyampaikan aspirasi terkait perlunya evaluasi kepemimpinan, menyusul belum optimalnya pembinaan serta dukungan terhadap atlet.
Salah satu suara datang dari Ketua E-Sport Indonesia (ESI) Kabupaten Sidoarjo, Julius Ivan. Ia menilai, perhatian terhadap cabang olahraga e-sport masih belum sebanding dengan prestasi yang telah diraih.
“Kalau kami, sih, mendukung. Karena kalau misalnya cabor itu adalah anak-anaknya di KONI, kami kayak enggak punya bapak,” ujarnya, menggambarkan harapan akan hadirnya kepemimpinan yang lebih aktif dan responsif, Rabu (08/04/2026).
Menurutnya, pada 2025 lalu, e-sport Sidoarjo berhasil mencatatkan prestasi sebagai juara umum di tingkat Jawa Timur dengan raihan dua medali emas dan satu perak. Namun hingga kini, bentuk apresiasi maupun dukungan lanjutan dinilai belum terlihat.
“Tahun 2025 kemarin, e-sport Sidoarjo juara umum di ajang Porprov Jawa Timur. Tapi sampai detik ini belum ada apa-apa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti belum adanya realisasi dukungan pembinaan maupun fasilitas dasar seperti sekretariat. Padahal, hal tersebut dinilai penting untuk menunjang aktivitas organisasi dan atlet.
“Sekretariat yang dijanjikan juga belum dapat. Katanya dari ruko kawasan GOR Sidoarjo, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” ungkapnya.
Dalam kondisi tersebut, pihaknya memilih tetap bergerak dengan menggandeng pihak swasta guna menjaga pembinaan atlet tetap berjalan.
“Kita jujur saja, e-sport belum dapat anggaran pembinaan. Jadi mau enggak mau harus gandeng swasta,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Warih Andono, menyampaikan bahwa aspirasi dari cabang olahraga merupakan bagian penting dalam proses evaluasi organisasi.
Ia membenarkan adanya dorongan dari sejumlah cabang olahraga terkait perlunya kejelasan kepemimpinan di tubuh KONI.
“Iya, memang ada aspirasi seperti itu. Ini muncul karena yang bersangkutan dinilai sudah tidak aktif dalam beberapa waktu terakhir, sementara organisasi membutuhkan konsolidasi untuk menjalankan program,” ujar politisi senior partai Golongan Karya (Golkar) Sidoarjo itu.
Menurutnya, keberadaan pemimpin yang aktif menjadi kunci dalam menjaga jalannya organisasi, terutama dalam menghadapi agenda kegiatan dan pembinaan atlet.
“Perlu ada nahkoda. Kalau tidak, tentu akan berpengaruh pada jalannya program, termasuk dalam penggunaan anggaran,” jelasnya.
Warih menambahkan, kondisi ketidakaktifan tersebut telah berlangsung lebih dari dua bulan, sehingga memunculkan harapan dari internal agar segera ada kepastian.
“Kalau memang dalam kondisi tertentu tidak memungkinkan menjalankan tugas, tentu perlu dipertimbangkan langkah terbaik. Tujuannya agar organisasi tetap berjalan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, bahwa dalam forum pertemuan yang dihadiri berbagai cabang olahraga di Gedung Youth Centre Disporapar Sidoarjo, pada Rabu (08/04/2026) siang, mayoritas peserta menyampaikan pandangan yang serupa.
“Sebagian besar menyampaikan hal yang sama, berharap ada kejelasan agar program tidak terhambat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang pro aktif agar seluruh program dan pengelolaan anggaran dapat berjalan optimal dan akuntabel.
“Yang terpenting adalah memastikan organisasi memiliki kepemimpinan yang jelas, sehingga program pembinaan dan pertanggungjawaban anggaran bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.
Dengan berbagai masukan tersebut, diharapkan langkah evaluasi dapat dilakukan secara konstruktif dan sesuai mekanisme organisasi. Sehingga, pembinaan olahraga di Sidoarjo dapat kembali berjalan optimal dan mampu menjaga target prestasi daerah di berbagai ajang kompetisi.
Imam Mukri Affandi resmi menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo periode 2025–2029 setelah terpilih melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) pada Maret 2025. Ia terpilih secara aklamasi sebagai calon tunggal dengan dukungan mayoritas cabang olahraga yang memiliki hak suara, menandai harapan besar terhadap kepemimpinannya dalam memajukan prestasi olahraga daerah.
Pelantikan resmi kemudian dilaksanakan pada 3 Mei 2025 di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo oleh Ketua KONI Jawa Timur. Dalam momentum tersebut, Imam Mukri diharapkan mampu membawa Sidoarjo mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi, termasuk menargetkan posisi juara umum dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur.
Kehadirannya saat itu dipandang sebagai awal era baru pembinaan olahraga di Kota Delta dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan olahraga.
(Yard)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0

